Mengapa Bisa Terjadi Baby Blues ?

Menjadi seorang ibu pasca melahirkan tentu menjadi hal yang sangat menyenangkan dan yang paling di tunggu, namun apa jadinya jika perasaan senang malah berubah menjadi lebih sensitif, mudah tersinggung, selalu cemas, menangis ketika melihat sang buah hati, juga tertekan, bisa jadi anda terkena Baby Blues. Baby blues merupakan kondisi dimana sang ibu yang baru melahirkan mengalami gangguan mood dan bentuk yang lebih ringan dari depresi, hal ini lazim terjadi mengingat 70-80% ibu yang baru melahirkan bisa mengalami hal tersebut.

Lebih jelas, yang dirasakan oleh ibu yang baru melahirkan saat mendapati gejala baby blues biasanya merasakan :

  1. Menangis tanpa sebab yang jelas
  2. Ibu baru melahirkan akan lebih sensitive dan mudah kesal
  3. Akan terasa mudah cape
  4. Rasa percaya diri seketika hilang
  5. Ibu jadi tak memperhatikan lagi si bayi

Baby blues terjadi dikarenakan perubahan hormon yang terjadi pada ibu yang baru melahirkan, menurut para ahli, gejala ini dikarenakan kurang siap nya ibu, dengan kehadiran sang bayi, dan seringkali dikaitkan dengan efek samping setelah melahirkan, yang meletihkan. Ada pun yang mengatakan, dengan perubahan hormon sang ibu, yang awalnya mengeluarkan banyak hormone saat melahirkan, kini hormone lainnya berperan untuk memproduksi air susu ibu atau ASI meningkat, perasaan ibu yang harus bertanggung jawab lebih pada sang bayi, dan perubahan perubahan lainnya ketika menjadi seorang ibu, hal tersebut memberikan efek besar dari segi emosional sang ibu. Biasanya ibu mengalami gejala baby blues dengan kurun waktu 2 minggu setelah ibu melahirkan, dan masa-masa terberat mengalami baby blues pada kurun waktu 3-4 hari sesudah melahirkan.

Namun, orang Indonesia beranggapan bahwa baby blues syndrome hanya terjadi di luar negeri saja, tentu saja hal ini keliru, dan menganggap bahwa baby blues adalah hal yang manja karena sang ibu baru melahirkan, yang perlu diketahui adalah mudahnya kita mencari orang untuk mengurus sang bayi, menambah keyakinan tersebut bahwa baby blues syndrome tidak terjadi di Indonesia, namun nyatanya sebanyak 600 ibu di Jakarta mengalami baby blues. Faktor lain yang menyebabkan baby blues adalah trauma saat melahirkan atau pernah mengalami kejadian menyedihkan saat mengandung, semisalnya kehilangan sosok ayah saat sedang mengandung atau tidak mendapat perhatian penuh saat mengandung menjadi salah satu pemicu baby blues.

 

Lalu bagaimana cara mengatasinya ?

Mengetahui perasaan tersebut tak kunjung usai, ibu bisa meluangkan waktu ibu untuk beristirahat juga bersantai, meskipun akan terasa sulit, perbanyaklah tidur siang untuk mengembalikan mood, kalau bisa, anda bisa membatasi orang yang hendak menjenguk ibu dan bayi. Usahakan orang-orang sekitar sang ibu, jangan terlalu menghawatirkan tentang hal ini, agar ibu tidak merasa stress, dan syndrome ini akan menghilang dengan sendirinya, dukungan moral dari orang-orang sekitar tentu sangatlah penting, terutama dukungan dari sang suami,suami harus bisa menjadi teman bercerita dan curahan hati dari sang istri, jika sang istri bercerita dan mengeluhkan sesuatu, jadilah pendengar yang baik, berilah masukan yang membuat istri anda tenang, jangan lah melakukan perdebatan saat istri sedang curhat karena itu akan membuatnya semakin terpuruk. Perhatikanlah asupan makanan sang istri, istri harus mendapatkan asupan gizi seimbang karena pada masa masa seperti itu, ibu mengalami kekurangan zat gizi, dan energy, perhatikanlah asupan karbo hidratnya karena terlalu banyak mengkonsumsi karbo, akan membuat emosional ibu akan semakin menjadi jadi. Tidak ada salahnya mengajak istri menghirup udara segar di sekitar rumah, dan berjalan-jalan sore, walaupun hanya di sekitaran rumah saja, setidaknya bisa menghilangkan sedikit kepenatan yang di alami sang ibu, dan hinndari untuk sementara bertemu dengan orang-orang yang akan memberinya seribu pertanyaan mengenai sang bayi.

Suami juga dapat membantunya untuk menyelesaikan pekerjaan rumahnya, atau mengurus bayi, hal tersebut dapat sedikit meringankan bebannya, contohnya membantu untuk menimang sang buah hati, missal saat ibu hendak mandi, saat membuat susu atau saat sang bayi menangis, anda juga bisa membantu sang ibu untuk memandikan bayi tentunya akan menjadi hal yang menyenangkan dengan hal-hal kecil seperti itu, sebagai suami tidak salahnya membantu dengan memberikan pijatan pada sang istri, karena tentunya menjadi ibu sekaligus istri menjadikan hal yang melelahkan, berikan tatapan tulus yang membuat ustri merasa tenang dan nyaman, peluklah dia ketika sedang merasa tidak baik, sering-sering lah berkomunikasi dengan sang istri, berilah perasaan tenang, dan perhatian yang lebih, dan jujur, hindari perkataan “Kamu cantik” “Aku mencintaimu” hal tersebut tentu saja akan membuatnya tidak percaya pada saat-saat seperti itu, lebih baik berkata jujur dan kuatkan istri anda “Aku tau, kamu sedang tidak baik, berceritalah kepada aku” kata-kata demikian bisa membuatnya menjadi lebih baik. Dalam hal tersebut istri benar-benar mengingkan suaminya dengan bantuan-bantuan, perhatian kepada dirinya, semangatilah dia, dan janganlah menyerah, sebagai suami anda tentunya harus semangat menjaga sang bayi, dan membantu sang istri.

Jika Syndrome Baby blues tak kunjung usai, kemungkinan sang ibu bisa mengalami Post Patrum Depression (PPD) atau depresi pasca melahirkan, depresi ini harus segera ditangani dan langsung bertemu dengan membantu untuk menyembuhkannya kepada psikiater. Karena hal tersebut akan berakibat buruk bukan sang ibu saja namun sang bayi juga, karena hal tersebut dapat berlanjut selama 2 tahun lamanya, berbeda dengan Baby blues, penderita PPD mengalami gejala yang lebih berat, sang ibu bisa dilanda putus asa yang berlebihan seringkali ada yang ingin bunuh diri, atau mencelakai sang bayi. Dalam tingkat yang lebih ringan pun penderita PPD dapat menimbulkan dapat yang buruk juga, hal ini bisa menyebabkan sang ibu sama sekali tidak ingin menngurus bayinya bahkan tidak ingin menyusui sang bayi, hal tersebut tentu akan berpengaruh kepada tumbuh kembang sang bayi. Tentu hal tersebut bukanlah yang diinginkan untuk siapapun.  Meskipun sudah mendatangi psikiater atau psikolog untuk menyembuhkan depresi sang ibu, hal tersebut tidak akan berjalan dengan sempurna jika tidak ada dukungan dari keluarga, keluarga harus sepenuhnya membantu sang ibu untuk bangkit dan tidak merasakan hal demikian, jadilah tempat yang nyaman untuk sang ibu bersandar, bercerita,  dan berbagi keluh kesah saat sedang merasakan gejala demikian, dan jadilah orang positif saat menjadi teman bercerita sang ibu kapanpun saat sang ibu merasakan depresi tersebut.

Demikian ulasan yang bisa kami sampaikan semoga dapat membantu anda untuk menangani gejala baby blues yang dialami oleh istri tercinta, tetaplah semangat dan jangan menyerah, karena sekecil apapun perhatian dan dukungan yang anda berikan kepada sang ibu, akan memberikan dampak yang besar terhadap kelangsungan baby blues syndrome.