bayi

Berbagai Gangguan Kesehatan Yang Sering Terjadi Pada Bayi Baru Lahir

Sebagai pasangan suami istri yang baru menikah, memiliki momongan tentu saja menjadi harapan mereka. Jika anda sudah mendapatkan buah hati, tentu saja anda perlu menjaga kesehatannya agar ia bisa tumbuh kembang dengan baik. Ketika bayi baru lahir pastinya tangisan pertama yang menandai suatu kebebasannya. Biasanya dalam kurun waktu satu minggu pertama ada berbagai perubahan yang akan dialami oleh bayi guna beradaptasi dalam kehidupannya.

Pada saat inilah kondisi kesehatan bayi akan semakin melemah dan rentah terhadap suatu penyakit. Memang sudah seharusnya anda sebagai orang tua harus bisa menjaga kesehatan bayi anda dengan baik. Jangan sampai bayi anda terkena suatu penyakit yang berpengaruh pada tumbuh kembangnya. Menjaga kesehatan bayi memang penting, supaya ia mampu tumbuh dan berkembang dengan baik tanpa adanya suatu penyakit yang berbahaya. Maka dari itu, sudah seharusnya anda sebagai orang tua selalu menjaga kesehatan bayi anda sejak dini.

Jangan sampai anda tidak begitu memperhatikan kesehatannya, hingga terjadi suatu gangguan yang dirasa cukup parah dan tidak baik untuk kesehatan tubuhnya. Jika gangguan yang dialami bayi tergolong masih normal, anda hanya perlu mengatasinya agar kondisi kesehatannya bisa kembali normal.

Memang ada beberapa gangguan kesehatan bayi yang biasanya sering di temukan pada bayi yang baru lahir. Pantas saja jika hal ini terjadi, apalagi bagi bayi yang lahirnya premature tentunya resiko gangguan penyakit pun terbilang lebih besar. Maka dari itu, anda perlu mengetahui berbagai gangguannya, supaya anda bisa menjaga kesehatan bayi anda. Gangguan tersebut antara lain:

  • Kuning atau ikterus

Biasanya gangguan pada kesehatan bayi ini bakalan terjadi pada hari yang ke 4 hingga ke 5 setelah kelahirannya dan kejadian ini akan berakhir pada hari yang ke 9 dan juga 10. Sedangkan bagi mereka bayi yang terlahir prematur harus mengalami ikterus dalam jangka waktu yang lebih lama. Secara fisiologis, ikterus ini masih tergolong normal dan tidak berpengaruh pada tumbuh kembang bayi.

  • Alami penurunan berat badan

Saat 3 hingga 4 hari setelah kelahirannya, biasanya bayi akan mengalami penurunan berat badan dikarenakan adanya suatu perubahan lingkungan. Namun anda tidak perlu khawatir lagi karena setelah usianya 2 minggu dan menjalani suatu perawatan yang intensif. Bayi pun akan mulai bertambah berat badannya seiring dengan berjalanya waktu.

  • Hidung tersumbat dan bersin

Biasanya iritasi ini bisa saja disebabkan karena anak sudah menghirup debu atau bahkan asap rokok sekalipun. Ada baiknya anda hindarkan berbagai hal yang bisa membuat hidungnya tersumbat. Supaya bayi anda bisa terhindar dari gangguan tersebut, maka anda bisa menggunakan humidifier dalam ruangan anda.

  • Mengalami cegukan

Pada bayi yang mengalami cegukan, pastinya seorang ibu memiliki cara tersendiri untuk mengatasinya. Hanya saja sang ibu tak diperbolehkan untuk menerapkan suatu cara yang terbilang ekstrem pada bayi yang baru lahir. Sebenarnya cegukan yang terjadi pada bayi ini bisa menghilang dengan sendirinya tanpa kita terlalu khawatir. Apabila bayi anda mengalami cegukan dalam waktu yang cukup lama selama kurang lebih 5 hingga 10 menit, maka anda sebagai ibu perlu memompa ASI ke sendok dan menyuapkannya kepada bayi.

  • Mengalami suatu infeksi pernafasan

Kesehatan bayi memang perlu selalu dijaga agar terhindar dari berbagai virus penyakit. Infeksi pernafasan pada bayi ini bisa saja terjadi karena bakteri dan umum terjadi pada bayi. Penyakit seperti ini biasanya bakalan berlangsung selama kurang lebih satu maupun dua minggu lamanya. Jika anda merasa gejala yang terjadi lebih serius, tentu saja anda perlu memeriksakan kesehatan bayi ke dokter. Dengan begitu anda mengetahui secara pasti kondisi kesehatan bayi anda.

Itulah tadi berbagai gangguan kesehatan yang sering terjadi pada bayi yang baru lahir. Setidaknya jika anda sudah mengetahuinya, anda lebih berantisipasi untuk selalu menjaga kesehatan bayi anda. Jangan sampai bayi anda terserang penyakit maupun virus yang mampu berpengaruh pada tumbuh kembangnya.