Kehamilan

Cara Menghitung Usia Kehamilan Yang Tepat

Menghitung usia kehamilan memang penting untuk dilakukan guna memantau kesehatan dan tumbuh kembang janin didalam kandungan. Sebenarnya ada banyak metode yang digunakan dimasyarakat untuk menghitung berapa usia kehamilan yang dijalani. Dijaman dulu, metode yang dilakukan tentunya jauh dari penggunaan teknologi maupun pengetahuan yang mencukupi. Namun untuk sekarang ini, ada berbagai cara yang lebih mudah dan modern untuk menghitung secara akurat usia kehamilan. Dengan begitu, usia janinpun bisa diketahui secara pasti.

Tidak jarang calon ibu yang kebingungan ketika ditanya usia kehamilan yang dijalani terutama diawal-awal kehamilan. Sebenarnya sampai saat ini memang belum ada cara yang pasti dan 100% akurat untuk mencari tahu usia kehamilan. Namun dengan pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini, setidaknya hasilnya lebih mendekati akurat. Belum diketemukannya metode yang paling akurat disebabkan karena cukup sulit untuk mengetahui dengan pasti kapan tepatnya terjadi pembuahan didalam rahim ibu.

Metode untuk menghitung usia kehamilan yang banyak digunakan saat ini

Saat ini, cara yang paling mudah dan paling banyak digunakan untuk menghitung usia janin atau kehamilan yaitu dengan menggunakan tanggal menstruasi terakhir sebagai patokan utama. Ini adalah cara yang paling sederhana sebenarnya dan tidak memerlukan penggunaan teknologi ataupun metode penghitungan yang rumit. Dalam metode ini, hari pertama haid terakhir adalah hari pertama kehamilan pada seseorang. Jangan salah, metode ini meskipun sederhana namun tidak hanya digunakan oleh orang awam saja karena pakar-pakar kesehatan profesional dibidang kandungan pun menggunakan metode ini.

Rata-rata wanita menjalani masa hamil 36-40 minggu sejak hari pertama menstruas terakhir. Ini dinilai sebagai penghitungan yang aman. Meskipun memang pada nyatanya mungkin saja ibu belum hamil di dua minggu setelah hari pertama menstruasi terakhir tersebut. Namun setidaknya, penghitungan ini merupakan metode yang hasilnya mendekati akurat. Agar ibu bisa lebih memahami metode penghitungan kehamilan ini, berikut detailnya:

  • Tentukan tanggal hari pertama menstruasi terakhir yang ibu alami. Selanjutnya, tambahkan tanggal tersebut dengan 40 minggu. Ini bisa ibu jadikan sebagai cara untuk memprediksi usia kehamilan serta waktu persalinan. Cara ini digunakan berdasarkan asumsi bahwa kehamilan rata-rata dijalani ibu dalam periode 36-40 minggu. Jadi ibu bisa menggunakan metode ini untuk mengetahui waktu kelahiran bayi dalam kandungan. Maka otomatis, ini juga akan membuat ibu mengetahui usia janin.
  • Tidak sedikit wanita yang mengalami periode atau jadwal menstruasi yang tidak teratur dan pada kasus seperti ini, sehingga metode penghitungan hari pertama menstruasi terakhir tidak bisa diterapkan karena hasilnya tidak akan akurat. Maka, cara yang bisa digunakan ialah dengan menghitung masa ovulasi yang biasanya terjadi 1 hari sebelum menstruasi dimulai. Misalnya, jika ibu memiliki siklus menstruasi 40 hari, berarti masa subur ibu ada pada hari ke 26. Kemudian tambahkan dengan 266 hari untuk mengetahui prediksi waktu kelahiran bayi.
  • Untuk hasil yang lebih pasti, ibu bisa melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan terpercaya. Dokter biasanya kan melakukan pemeriksaan USG trans-vagina untuk bisa menentukan dengan lebih akurat usia kehamilan ibu. Metode ini hasilnya akan lebih akurat jika pemeriksaan USG dilakukan diawal-awal kehamilan. Maka, jika tanda kehamilan muncul dan test pack menunjukkan hasil positif, ada baiknya ibu segera memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan USG guna menghitung usia kehamilan yang lebih akurat.