Dampak setelah Melakukan Cuci Darah

Cuci darah merupakan cara yang dilakukan oleh para penderita penyakit gagal ginjal untuk menggantikan fungsi ginjal yang tidak berfungsi. Karena penyakit gagal ginjal dapat mengakibatkan para penderitanya kehilangan fungsi ginjal yang sangat penting fungsinya bagi tubuh. Jika penyakit gagal ginjal yang diderita sudah parah atau kronis maka proses cuci darah harus dilakukan untuk menetralisir penumpukan racun, cairan berlebih dari dalam tubuh, serta zat-zat sisa metabolisme yang terjadi didalam tubuh.

Meski proses cuci darah ini dilakukan untuk membantu menjalankan tugas yang seharusnya dilakukan oleh ginjal, akan tetapi dampak yang terjadi setelah melakukan cuci darah juga bermacam-macam. Cuci darah ini dilakukan di rumah sakit dan biasanya dilakukan sebanyak 3 kali dalam seminggu. Umumnya, setelah menjalani proses ini pasien akan merasa lemas yang berkepanjangan selama beberapa waktu.  Akan tetapi masih ada dampak lainnya yang akan menghampiri para pasien gagal ginjal setelah melakukan proses cuci darah. Berikut ini adalah dampa setelah melakukan cuci darah:

  1. Merasa gatal pada kulit

Pasien gagal ginjal setelah menjalani cuci darah akan merasa gatal pada kulitnya. Hal ini dikarenakan oleh penumpukan fosfor yang terjadi saat proses cuci darah berlangsung. Kondisi ini merupakan hal yang sangat lumrah dan pasti dialami oleh para penderita gagal ginjal. Dan jika ingin meringankan kondisi ini maka anda perlu anjuran dokter untuk menjalani pola makan yang dikhususkan untuk pengikat fosfat di dalam tubuh. Dengan demikian rasa gatal yang sering muncul setelah menjalani cuci darah akan berkurang.

  1. Mengalami kram otot

Saat menjalani metode cuci darah hemodialis biasanya akan terjadi kram otot. Jika hal ini terjadi maka penanganan yang tepat untuk dilakukan adalah dengan memberikan kompres yang hangat di area terjadinya kram. Dengan memberikan kompres hangat dapat membantu untuk meredakan kram otot yang terjadi.

  1. Mengalami kenaikan berat badan

Pada metode cuci darah dialis peritoneal, cairan yang digunakan itu mengandung gula yang besar kemungkinan kandungan gula tersebut dapat diserap oleh tubuh penderita gagal ginjal. Jika hal ini terjadi maka asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh akan meningkat yang mengakibatkan naiknya berat badan penderita gagal ginjal yang menjalani metode dialis peritoneal ini. Untuk menghindari kenaikan berat badan yang berlebih maka anda harus berkonsultasi pada dokter untuk melakukan diet yang tepat.

  1. Metode yang dilakukan sia-sia

Jika seorang penderita penyakit gagal ginjal sudah melakukan metode cuci darah dialis peritoneal dalam kurun waktu yang cukup lama maka besar kemungkinan ia akan dianjurkan untuk berganti metode menjadi hemodialisis. Karena semakin lama metode dialisis peritoneal ini akan semakin tidak efektif dan akan sia-sia jika terus dilakukan.