Mengurangi Peluang Terkena Penyakit Tifus

Tifus merupakan sebuah penyakit yang terjadi akibat adanya infeksi bakteri salmonella typhi yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi oleh bakteri tersebut. penyakit ini banyak dialami oleh manusia yang berada di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Anda harus benar-benar mewaspadai penyakit yang satu ini karena biasa menjangkit anak-anak dan dapat menyebabkan kematian apabila anda tidak segera melakukan tindakan dengan membawanya ke pihak medis untuk mendapatkan pertolongan.

Selain dapat menyebabkan kematian, ternyata penyakit yang satu ini juga dapat menular dengan cepat pada orang lain. Oleh karena itu anda harus benar-benar mewaspadai penyakit ini. Tifus hingga saat ini masih menjadi penyakit yang banyak menjangkit para penduduk Indonesia. Hal ini dikarenakan oleh sanitasi yang tidak memadai dengan terbatasnya air bersih di suatu daerah. Tifus sangat mudah menjangkit anak-anak karena anak-anak belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna dan merupakan sasaran yang empuk dan mudah untuk masuknya bakteri salmonella typhi.

Gejala yang paling lumrah dirasakan oleh para penderita tifus adalah demam tinggi yang berlangsung cukup lama yaitu 1 sampai 3 minggu lamanya. Demam yang dialami oleh para penderita tifus ini juga ditandai dengan gejala-gejala lainnya seperti diare, sakit pada bagian perut, serta merasakan pusing. Dan kondisi ini akan semakin memburuk apabila dibiarkan tanpa adanya penanganan khusus dari pihak medis untuk dilakukannya pertolongan pertama.

Berikut ini adalah antisipasi-antisipasi yang dapat anda lakukan untuk mengurangi peluang terkena penyakit tifus yang sangat mudah menular

  1. Melakukan vaksinasi tifoid

Vaksinasi tivoid merukapan langkah yang dilakykan untuk mencegah terjangkitnya penyakit tifus. Di Indonesia sendiri, vaksin ini sudah disosialisasikan oleh pemerintah dan merupakan imunisasi wajib yang harus dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya tifus. Meski tidak dapat melindungi sepenuhnya namun jika anak anda melakukan vaksin ini maka tifus yang dialami tidak akan separah anak yang tidak melakukan vaksin tifoid.

  1. Menghindari makanan yang dijual di ruang terbuka

Saat anda melakukan perjalanan ke suatu tempat anda harus memperhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Anda tidak boleh memakan makanan yang dapat menjadi biang keladi terjadinya penyakit tifus. Jika anda ingin mengurangi peluang terjangkitnya penyakit yang satu ini, maka salah satu cara yang paling efektif selain vaksin tifoid adalah dengan menghindari makanan yang dijual di ruang terbuka. Karena makanan yang dijual di ruang terbuka akan sangat dengan mudah dimasuki oleh bakteri termasuk bakteri yang dapat menyebabkan anda terkena tifus.

  1. Pemberian antibiotik

Saat anda mulai merasakan demam setelah makan makanan tertentu sangat dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Umumnya obat tifus yang diberikan oleh pihak medis adalah antibiotik. Pemberian obat ini disesuaikan dengan tingkatan tifus yang dialami.